Monday, November 12, 2018

DI KOTA BANJAR !!! Dua Jam, Pabrik Pengolah Kayu Ludes Terbakar



BANJAR, Pabrik pengolahan kayu CV Sandi Persada di Jalan Cimaragas, Dusun Warungbuah, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar dilalap si jago merah, Senin (12/11/2018) jam 14.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar Yayan Herdiaman mengatakan, kejadian ini diduga berawal dari sebuah alat pemanas kayu (open) yang memercikan api.
Kemudian, api membesar dan melalap kayu yang ada di dalam open tersebut.
"Menurut informasi, kebakaran ini diduga akibat percikan api dari alat pemanas kayu (open)," ujarnya kepada ruber. 
Proses pemadaman cukup lama karena banyaknya limbah kayu yang terbakar sehingga api pun terus membesar.
"Untuk menjinakkan api, kami mengerahkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran. Di antaranya, tiga dari Banjar serta dibantu dua unit dari Cilacap dan Ciamis," tuturnya.
Sementara, Direktur CV Sandi Persada Yana Bachyan mengaku, pertama kali yang mengetahui kebakaran itu salah satu karyawan yang bekerja di bagian tersebut.
Karyawan yang mengetahui adanya kepulan asap langsung memberitahu dirinya. Upaya pemadaman api dilakukan oleh karyawan, akan tetapi api tidak bisa dipadamkan.
"Yang pertama kali tahu karyawan yang bekerja di bagian itu," ucapnya.
Yana menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp900 juta. Menurutnya, api baru bisa dipadamkan sekitar jam 16.00 WIB.
"Tidak ada korban jiwa, Alhamdulillah," katanya.
Sumber : ruber.id

Friday, November 9, 2018

skor indonesia vs singapura aff 2018 Tanggal 09 -11-2018


Pertandingan seru Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2018 sedang berlangsung.

Kick off pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura mulai jam 19.00 WIB.

Hasil skor pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura sementara 0-0 hingga menit 10.

Laga Timnas Indonesia vs Singapura merupakan pertandingan pertama Grup B Piala AFF 2018 yang berlangsung di Stadion Nasional, Singapura.

Pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura juga bisa ditonton melalui live streaming di situs resmi RCTI dan situs-situs lain yang biasa menayangkan live streaming.

Susunan pemain timnas Indonesia melawan timnas Singapura pada Piala AFF 2018 tak beda jauh dengan skuat Asian Games 2018.

Skuat Garuda mengandalkan striker Sriwijaya FC, Alberto Goncalves sebagai ujung tombak.

Kemudian didukung oleh Stefano Lilipaly sebagai penyerang bayangan.

Pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti memberi kepercayaan sektor tengah kepada Evan Dimas Darmono, Zulfiandi, Irfan Jaya, dan Febri Hariyadi.

Lalu, pada barisan pertahanan empat bek tangguh menjadi andalan yaitu Putu Gede Juniantara, Ricky Fajrin, Hansamu Yama Pranata, Rizky Pora.

Rizky Pora sebagai satu-satunya pemain baru dari formasi yang sebelumnya diterapkan oleh Luis Milla di Asian Games 2018.

Adapun kubu Singapura menerapkan formasi 3-6-1.

Ikhsan Fandi Ahmad ditunjuk sebagai striker utama timnas Singapura.

Skuat The Lions yang bertindak sebagai tuan rumah mengenakan kostum berwarna merah.

Susunan Pemain:

Indonesia (4-5-1): Andritany Ardhiyasa; Putu Gede Juniantara, Ricky Fajrin, Hansamu Yama Pranata, Rizky Pora; Evan Dimas Darmono, Zulfiandi, Irfan Jaya, Stefano Lilipaly, Febri Hariyadi; Alberto Goncalves.

Pelatih: Bima Sakti

Singapura (3-6-1): Hassan Abdullah Sunny; Muhammad Shakir Hamzah, Irfan Fandi Ahmad, Muhammad Safuwan Baharudin; Muhammad Zulqarnaen Suzliman, Muhammad Faris Ramli, Muhammad Tasir Hanapi, Muhammad Izzdin Shafiq Yacob, Harris Harun, Gabriel Quak Yil; Ikhsan Fandi Ahmad



Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Hasil  Timnas Indonesia Vs Singapura, Skor Sementara 0-0, Live Streaming RCTI Sedang Berlangsung ,

Driver Ojek Online ini Cabuli Pelanggannya. Alasannya Ternyata....


Bertemu saat mendapat orderan mengantar sekolah, Hendrik Sugiyanto (33), seorang driver mobil online akhirnya jatuh hati pada pelanggan hingga akhirnya pacaran.

Tapi ujung-ujungnya, pria asal Tembok Dukuh, Surabaya itu malah mencabuli dan merampas kegadisan kekasihnya sendiri.

Pertemuan Hendrik dengan korban terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu, Hendrik yang merupakan driver mobil online mendapat orderan melalui aplikasi untuk mengantar korban dari rumahnya di Surabaya utara menuju sekolahannya.

"Tersangka berkenalan dengan korban dilanjutkan komunikasi dan pertemuan secara intens," sebut Kanit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Kamis (8/11/2018).

Hendrik mulai terpikat dan merayu dengan cara mengantar dan menjemput korban. Tapi, 26 Oktober 2018 lalu, petaka menimpa korban.

Hendrik yang saat itu membawa korban ke sebuah parkiran di Jalan Kranggan, Surabaya, memaksa gadis berumur 17 tahun itu melayani nafsunya.

"Tersangka menyetubuhi korban di dalam mobilnya," beber Ruth Yeni.

Peristiwa itu membuat korban terpukul. Ia mengurung diri di kamar dan terus menangis.

Darisanalah orang tua korban mulai curiga dan mencoba mengorek keterangan dari anaknya.

Setelah beberapa saat, korban akhirnya mengaku jika telah digagahi Hendrik. Mendapat cerita itu, orang tua korban melapor ke Polrestabes Surabaya.

Setelah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk korban serta mendapat alat bukti yang cukup, Unit PPA Polrestabes Surabaya akhirnya menangkap tersangka Hendrik di rumahnya.

"Tersangka mengaku baru sekali melakukan perbuatannya itu," sambung Ruth Yeni.

Karena korban masih tercatat berusia di bawah umur, tersangka akhirnya dijerat dengan UU Perlindungan Anak.

Sumber : jatimnow.com

HEBOH !!! Trend Mabok Mnggunakan Air Rebusan Pembalut, Baca Selengkapnya


Jakarta - Kasus remaja mabuk rebusan pembalut bikin heboh. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus ini bukan hal baru. 

"Sesuai data yang masuk di KPAI, kasus ini bukanlah kasus baru," kata komisioner KPAI bidang kesehatan dan napza, Sitti Hikmawatty, dalam keterangannya, Kamis (8/11/2018). 

Sitti mengungkap perilaku remaja yang mencari alternatif zat untuk nge-fly, tenang, ataupun gembira berawal dari coba-coba. Dari satu bahan, para remaja ini bisa meramu bahan lain demi bisa nge-fly

"Jadi kalau kita mengenal beberapa golongan psikotropika di luar narkoba, maka beberapa zat 'temuan' para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika. Jumlahnya belum bisa diprediksikan karena ini berkaitan erat dengan jumlah anak serta kreativitas mereka 'meramu' bahan-bahan yang mudah di dapat di pasaran. Minum air rebusan pembalut juga didapat dari coba-coba, selain fenomena lain, seperti ngelem dan lain-lain," paparnya. 

Ada faktor lain pemicu para remaja mencoba-coba hal seperti ini. Sitti menuturkan dorongan ekonomi hingga hasil pencarian internet membuat remaja ini makin 'kreatif' meramu racikan baru. Sayangnya, kreativitas itu berujung bahaya. 

"Anak-anak ini banyak yang cerdas, karena dengan berbekal internet mereka bisa membuat beberapa varian baru, dari racikan coba-coba. Dan di sinilah tingkat resiko/bahaya menjadi meningkat karena mereka hanya concern pada satu zat tertentu dalam sebuah bahan, namun zat lainnya cenderung diabaikan sehingga reaksi sampingan yang terjadi bisa berakibat fatal," ungkap Sitti. 

"Karena tidak mampu membeli karena tidak punya biaya, sementara sudah kecanduan, maka mereka berupaya mencari tahu dengan bantuan informasi internet tadi, meracik sendiri ramuan-ramuan yang diharapkan akan memberikan hasil seperti kebutuhan mereka," sambungnya. 

KPAI berkoordinasi dengan banyak pihak untuk menangani fenomena ini. Meski demikian, Sitti mengingatkan keluarga memegang peran penting untuk mencegah fenomena heboh semacam 'mabuk rebusan pembalut' ini. 

"Deteksi dini atas perubahan perilaku anak-anak di sekitar kita, jika tidak ada alasan yang wajar, perlu menjadi bahan bagi para orang tua agar menjadi lebih waspada," tutup Sitti.

Sumber : detik.com

HEBOH !!! Sehabis Mengaji, Gadis di Bawah Umur Diperkosa.


Suara.com - Seorang pemuda berinisial HE warga Desa Telagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, memerkosa seorang gadis bawah umur hingga hamil dan hampir melahirkan.

Kapolres Sampang Ajun Komisaris Besar Budi Wardiman saat ditemui oleh sejumlah awak media menjelaskan, setelah memperkosa korban, HE sempat kabur dan ditetapkan masuk daftar pencarian orang alias buronan.

"Pemerkosaan ini dilakukan tersangka saat korban pulang dari pengajian, di tengah jalan bertemu dengan tersangka lalu diajak ke rumahnya. Rumah tersangka dalam kondisi kosong, korban kemudian diminta untuk masuk ke dalam kamar dan dipaksa membuka baju guna melayani nafsu bejat tersangka," jelas Budi, seperti dilaporkan Beritajatim.com, Rabu (7/11/2018).

Saat diperkosa, korban sempat menangis dan melakukan perlawanan. Namun, usahanya gagal lantaran kalah kuat tenaga dibandingkan tersangka.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 subsider Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

Berita ini kali pertama diterbitkan Beritajatim.com dengan judul ”Pulang Pengajian, Gadis Bawah Umur Diperkosa Tetangga”

Thursday, November 8, 2018

California Back Against Great Fires, Thousands of People Evacuated


Sacramento - Thousands of people in the Northern California region because of the burning out of uncontrolled fire, continue to move quickly towards several cities at the foot of the Sierra Mountains.

The Camp Fire - the nickname of a related fire disaster - which began on Thursday November 8, near the Camp Creek area, is getting stronger due to strong winds seen from dry forests.

Neighborhood neighborhoods, schools and hospitals have been evacuated, while some residents in the city of Paradise are trapped by the fire, officials said.

So far there have been no reports that mention, rather than the BBC on Friday (11/09/2018).

On Thursday sick, local time, the Camp Api fire released 8,000 hectares of forest and almost no ecosystem was saved, according to California firefighters.

When winds are around 50 miles per hour (along 80 kilometers per hour), news fires are growing fast in just a few hours, and many people report.

The evacuation order was set for the city of Paradise, which is inhabited by around 26,000 people, also Magalia, Concow, Butte Creek Canyon and the Butte Valley area.

California Department of Forestry and Fire Protection, Captain John Gaddie, from the Associated Press news agency that some residents in Paradise City have been trapped by the fire. Emergency workers work to help people evacuate there, he said.

Only one of them and the hospital had been evacuated and several houses were burned, according to the Sacramento Bee website, and the area worked as quickly as possible.

Thousands of buildings also lost supplies in the area north of Sacramento.

Sumber : liputan6

California Kembali Dilanda Kebakaran Hebat, Ribuan Orang Dievakuasi


Sacramento - Ribuan penduduk di wilayah California Utara dilaporkan mengungsi karena kobaran api liar yang tidak terkendali, terus bergerak cepat mendekati beberapa kota di kaki Pegunungan Sierra.

The Camp Fire --julukan bencana kebakaran terkait-- yang bermula pada Kamis 8 November, di dekat kawasan Camp Creek, semakin menguat akibat tiupan angin kencang yang membakar hutan kering.

Lingkungan tempat tinggal, sekolah dan rumah sakit telah dievakuasi, sementara beberapa penduduk di kota Paradise terperangkap oleh api, kata para pejabat.

Sejauh ini belum ada laporan kematian terkait kebakaran tersebut, demikian sebagaimana dikutip dari BBC pada Jumat (9/11/2018).

Pada Kamis sore, waktu setempat, api Camp Fire telah membakar hutan seluas 8.000 hektar dan hampir tidak ada ekosistem yang terselamatkan, menurut pejabat pemadam kebakaran California.

Ketika angin mendekati kekuatan 50 mil per jam (setara 80 kilometer per jam), api dilaporkan kian tumbuh cepat hanya dalam beberapa jam, sehingga banyak penduduk terpaksa meninggalkan kendaraan dan melarikan diri dengan berjalan kaki, media lokal melaporkan.

Perintah evakuasi ditetapkan untuk kota Paradise, yang dihuni oleh sekitar 26.000 orang, serta Magalia, Concow, Butte Creek Canyon dan daerah Butte Valley.

Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California, Kapten John Gaddie, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa beberapa penduduk di Kota Paradise telah terperangkap oleh api. Petugas darurat bekerja keras membantu orang-orang mengungsi di sana, katanya.

Setidaknya satu panti jompo dan rumah sakit telah dievakuasi dan beberapa rumah terbakar, menurut situs Sacramento Bee, dan wilayah itu ditutupi dengan asap tebal.

Ribuan bangunan juga kehilangan pasokan listrik di kawasan yang terletak di utara Sacramento itu.

Sumber : loputan6.com

Tamera Mowry-Housley and husband reveal niece killed in mass shooting


Tamera Mowry-Housley and husband reveal niece killed in mass shooting


"The Real" co-host Tamera Mowry-Housley and her husband Adam Housley are mourning the loss of their niece after learning she was among the 12 people killed in a California mass shooting late Wednesday.

"Our hearts are broken," the couple said in a statement released to CNN. "We just learned that our niece Alaina was one of the victims of last night's shooting at Borderline bar in Thousand Oaks. Alaina was an incredible young woman with so much life ahead of her and we are devastated that her life was cut short in this manner. We thank everyone for your prayers and ask for privacy at this time."
The couple had earlier used Twitter and Instagram to both seek information about their niece and prayers.
What we know about the people who were killed in the Thousand Oaks shooting
Mowry-Housley responded to a tweet Thursday morning from a young woman named Ashley who wrote, "My suitemate is still missing, she is wearing denim shorts, a blue flannel and sneakers, pls let me know if you know anything #Borderline."
"Ashley this is her aunt Tamera Mowry Housley," the actress wrote. "Can you please DM me your information?"
The former "Sister Sister" star is married to journalist Adam Housley, who earlier had asked followers to pray for "My niece. A beautiful soul."
Housely, who has covered mass shootings as a reporter for Fox News, responded to one tweet by writing, "Staying positive and praying and hoping and wishing there was more I could do."

Facts about hand holes and insects, apparently


A disgusting number of hand-held photos has been circulating in chat groups lately. The hole is like a honeycomb. In the photo mentioned, the hole happened because of an insect bite. Mentioned, the incident was mostly in Thailand and Myanmar.

"Attention for all members, informs all families and relatives, if you see insects like in a photo, never touch it," said the chain message. According to the sender of the message, the person who touches the insect will experience tremendous pain. Also, no cure or cure has yet been found.



The Director General of Disease Prevention and Control of the Ministry of Health (Kemenkes) Prof. M. Subuh immediately dismissed the truth of the photo. "That's a hoax," he said firmly.



According to him, insect bites are allergens which cause an itchy effect. The body naturally can do compensation in the form of reflex scratching or removing antihistamines (antigatal). That way, insect bites do not directly result in injuries as in the circulating news. Especially by just touching. "Until now, insects and injuries have not been found like that," he said.



Prof. Subuh's statement was also reinforced by the explanation of insect taxonomists from the Bogor Agricultural Institute (IPB) Dr. Ir Purnama Hidayat MSc. He explained, the insects in the photo entered the Belostomatidae family. "Insects do exist and can bite, but they are not dangerous," he said.



Hidayat said the insects in the photo were male sex. It was seen from his back carrying a female egg. "This type of male insect is more agile so it can better protect eggs from predatory attacks," he said. Many types of insects in Indonesia. Usually live in water and eat small animals.



Message hoaxes like that are not only spread in Indonesia. Jawa Pos found a similar message in English which spread to several countries. The difference is, in the message mentioned, hands are hollow because of insects that are found in India. Not Thailand and Myanmar as in chain messages that speak Indonesian.



From the search of this newspaper, it turns out that the photo of the hole in the hand was an engineering make-up with molding techniques. Tutorial to make the effect of the hand with many holes scattered on the internet. Including the video on YouTube. A make-up artist from the Netherlands named Cynthia Koning even sells tutorials to create these disgusting hand effects. He is priced at USD 4.95 in a specialty handicraft marketplace, Etsy.com.



Apparently, Cynthia made those disgusting hands from the ingredients we used to eat with a piece of bread, peanut butter. He claimed it took two hours to make the effect of the holey hand. Cynthia's work was then misused by irresponsible people. Spread and flavored sentences to scare people.



The hoax information maker seems to target people who suffer from trypophobia. That is fear when you see a hollow object. For example honeycomb, lotus flower seeds, to just a sponge hole. Trypophobia comes from Greek. Namely trypa which means hole and phobos which means fear.



People who experience such phobias will usually feel nauseous, itchy on their own, and acute goosebumps. "Ouch, I saw the disco goosebumps. Amused ... "replied a woman who received the message in a WhatsApp group.



Fact



The palms with honeycomb holes in the photo are not caused by insect bites. But the results of make-up engineering with molding techniques. There are no insects that can cause such injuries.

Source: jawapos.com

2 Joki CPNS Ditangkap Polisi, Salahsatunya Ternyata...


Makassar - Polisi membekuk 2 joki CPNS Kemenkumham di Makassar. Dari 2 pelaku yang diamankan, 1 diantaranya merupakan PNS.

"Telah ditangkap lagi tersangka kasus joki CPNS Depkumham. Yang bersangkutan ditangkap pada hari Selasa 6 November 2018 sekitar jam 01.00 Wita," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Kamis (8/11/2018).

Kedua pelaku yakni MR (33) seorang wiraswasta dan AS (30) yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS). Keduanya diduga kuat membuat surat palsu dalam proses penerimaan CPNS.

"MR diduga melakukan tindak pidana membuat surat yang diduga palsu dan tersangka ditangkap sehubungan dengan tindak pidana menggunakan surat yang diduga palsu dan atau turut serta membantu melakukan tindak pidana," jelasnya.

Keduanya dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP dan pasal 263 ayat 2 dan pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP.

"Dengan pasal 263 ayat 1 KUH Pidana dan sudah dilakukan penahanan. Sesuai dengan pasal 263 ayat 2 dan pasal 55 ayat 1 KUH Pidana," katanya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap 8 tersangka joki CPNS di Makassar. Kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap joki yang lain.

Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-4292435/polisi-kembali-tangkap-2-joki-cpns-satu-oknum-pns

Wednesday, November 7, 2018

Hamili Anak Dibawah Umur, Pemuda Penjual Celana Jeans Keliling Diamuk Massa


PALEMBANG-- Heriadi (47), warga Jalan Rajawali II Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning, Palembang ini, babak belur dihajar massa, Senin (5/11).

Warga geram karena ulahnya yang telah menghamili anak dibawah umur sebut saja (SR) yang kini hamil 5 bulan.

Beruntung, secara bersamaan petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Palembang, pimpinan Kanit PPA, Ipda Henny Kritianingsih, memang sedang mencari Heriadi, lantaran pada, Kamis
(1/11), Heriadi sudah dilaporkan korbannya, SR.

Melihat Heriadi sedang diamuk warga di kawasan 9 Ilir, petugas Unit PPA Polresta Palembang, langsung mengamankannya.

Untuk mempertanggungjawab ulahnya, Heriadi pun langsung digiring ke Polresta Palembang.

Ketika ditemui di ruang PPA, Heriadi mengakui perbuatannya sudah melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan korba sebanyak 4 kali," Saya tidak paksa pak, ini kami lakukan suka sama suka. Namun
setiap usai gituan korban saya beri uang Rp 10 ribu, 5 ribu, 5 ribu, 5 ribu lagi saat terakhir lagi kami main," ungkapnya.

Lanjut Heriadi, setiap begituan ia dan SR langsung di rumah korban, saat kondisi rumah korban sedang sepi," Nah pas sepi itu lah saya ajak dia begitu pak. Saya pun baru tahu saya dilaporkan ke Polresta Palembang, karena mungkin saya tidak kerumah-rumah korban lagi dan korban tengah hamil 5 bulan, " ungkap penjual celana Jeans keliling ini.

Saat kejadian diamuk massa tadi, sambung Heriadi, dirinya hendak rumah korban. Namun lantaran massa yang banyak, ia harus babak belur dihajar massa," saya siap pak menikahi korban, ya mau gimana lagi," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara dan Waka Reskrim AKP Ginanjar melalui Kanit PPA Ipda Henny Kritianingsih, membenarkan adanya pelaku persetubuhan dibawah umur diamuk massa,
dan langsung diamanakan Unit PPA.

" Sudah kita amankan, kini pelaku masih diperiksa. Pelaku sebelumnya sudah dilaporkan korbannya di Polresta Palembang," ungkap Kanit PPA, sambil mengatakan, atas ulahnya pelaku akan dijerat UU perlindungan
Anak.

Sumber : SRIPOKU.COM

Ajak Gituan Gadis 13 Tahun di Pondokan, Pemuda Ini Langsung Di....


SELUMA - JO (25), pemuda Desa Talang Alai Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) diamankan petugas Kepolisian Polres Seluma karena diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur terhadap korban seorang pelajar di Kecamatan SAM berinisial FI (13).
Informasi didapat, perbuatan bejat tersebut terjadi pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2018 sekira pukul 22.00 Wib Korban bersama temannya berinisial DA dan JO dan 3 teman JO yang korban tidak kenal namanya, pergi ke pondok yang letaknya di Desa Serian Bandung.
Setelah sampai pondok, korban dan DA diturunkan oleh JO di pondok dan setelah itu tiga orang teman JO menemani korban dan DA di pondok. Lalu JO pergi kembali membawa mobilnya. Tak lama, JO datang lagi dengan menggunakan motor.
Kemudian, korban dan DA pisah pondok. DA bersama tiga teman JO dan korban bersama JO berdua berada di pondok yang berdekatan. Setelah itu JO mengajak korban bersetubuh. Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.

“Untuk saat ini yang diduga pelaku sudah diamankan di Polsek Semidang Alas Maras dan sudah diperiksa serta dilakukan penahanan dan dititipkan ke RTP Polres Seluma untuk proses selanjutnya,” kata Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana melalui Kabag Ops AKP Chusnul Qomar, Kamis (1/11/2018).
Diduga pelaku diamankan sesuai laporan Polisi Nomor : LP/265-B/X/2018/Bengkulu/Res Seluma/Sek SAM. dan dijerat pasal 76e Jo 82 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Sumber : https://riaurealita.com/mobile/detailberita/11190/ajak-gituan-gadis-13-tahun-di-pondokan-pemuda-ini-diamankan

Viral, Video Mesum Pelajar SMP dan SMA di Labuhanbatu Sumut.. Bikin Geram Netizen


LABUHANBATU,  Sebuah video mesum dua pelajar di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial Facebook, Kamis (8/11/2018). Video berdurasi 28 detik yang berlokasi di dalam rumah itu telah dilihat sedikitnya puluhan ribu netizen di Facebook.

Dari penelusuran, video diunggah langsung oleh pelaku sendiri berinisial SH (15) yang masih berstatus siswi kelas 3 Madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP melalui akun resminya. Sementara pelajar laki-laki yang bersamanya dalam video itu berinisial I (17), siswa SMA swasta di Kota Rantauprapat.

Video ini sudah dibagikan lima ribuan orang dan menjadi viral di media sosial. Banyak netizen yang menghujat aksi kedua pelaku dalam video. Apalagi, keduanya masih berstatus pelajar SMP dan SMA di Rantauprapat.

Terkait video mesum dua pelajar tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Labuhanbatu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Frido Situmorang yang dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, masih mengecek dan mendalami kasus tersebut. Polres Labuhanbatu juga akan memanggil pihak sekolah.

“Kami masih mengecek dan memeriksa soal video tersebut,” kata Frido.

Sumber : iNews.id

FAKTA !!! Guru Cabul & Ejekan Seksis Langgengkan Pelecehan Seksual di Sekolah


“Dulu saya masih belum mengerti dan takut untuk lapor yang kayak gini-gini sama orangtua,” kata Rena, bukan nama sebenarnya. Mahasiswi semester empat di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini bercerita tentang pengalaman pelecehan yang pernah dialaminya sewaktu SMP. Saat itu Rena masih berumur 13 tahun dan ia sama sekali tak tahu atas apa yang dilakukan guru biologi di sekolahnya termasuk sebagai pelecehan seksual.

“Bapak itu memang terkenal mesum. Suka ngomong jorok gitu. Jadi waktu ada anak-anak cewek yang digodain di depan kelas, yang lain nganggepnya bercanda, malah pada ikut ketawa,” kenangnya.

Ia juga salah satu yang ikut tertawa ketika sang guru melemparkan lelucon mesum terhadap siswi lain. Sampai akhirnya Rena jadi salah satu korban bercandaan. “Waktu itu ukuran payudara saya dikata-katain terlalu kecil sama dia. Padahal saya sedang presentasi di depan kelas,” ceritanya.


Tak berhenti di sana, sang guru yang berdiri di depan kelas mendatanginya, dan meraba-raba pundaknya untuk mencari tali kutang, sambil berkata, “Kalau umur segini masih wajar kecil, pakai (kutang) memang masih yang ukuran segini.”

Rena mengingat seisi kelas tertawa kencang. Ia malu sekali, berusaha ikut tersenyum. Semula ia ingin menganggap kata-kata si guru sebagai lelucon belaka. Namun, sejak saat itu, Rena sering jadi subjek perundungan oleh teman-teman sekelas yang mengolok-olok ukuran payudaranya. Ia membawa beban olok-olok itu sampai tamat SMP, sampai teman-temannya mulai melupakan "ejekan seksis" saat mereka lulus.

Tapi, peristiwa itu berdampak panjang: ejekan itu melukainya dan luka ini dibawanya hingga kini.

Ia punya perasaan minder pada ukuran payudaranya, yang memengaruhi kepercayaan dirinya. Ia selalu punya perasaan waswas dan malu berlebihan jika tampil di depan umum, “apalagi kalau di lingkungan baru atau yang aku masih belum kenal,” ungkap Rena.

Rena mengingat kisah ini ketika selesai membaca laporan kami, “Dosen Mesum Jadi Rahasia Umum”, terbit 4 Juli lalu. Ia salah satu orang yang mengontak saya untuk berbagi cerita lewat pesan langsung di Instagram. Awalnya, ia bertanya mengapa Tirto hanya mengangkat kasus pelecehan seksual di kampus? Menurutnya, sekolah menyimpan rahasia yang sama. Setidaknya ia adalah saksi sekaligus korban.

Pertanyaan serupa tak sekali-dua ditanyakan pada akun Instagram dan Twitter Tirto. Beberapa orang bahkan menceritakan langsung pengalamannya dilecehkan sewaktu di sekolah.

Kasus-kasus pelecehan seksual di kampus menarik diangkat karena jarang sekali direkam media arus utama. Informasinya sporadis, muncul saat kasus itu menjadi sorotan media, atau mencuat dari sejumlah testimoni lewat blog-blog pribadi, dengan kerahasiaan yang rapat. Padahal, ia bukan barang langka. Seperti temuan kami, dosen mesum ternyata jadi rahasia umum di banyak kampus. Temuan lain, nyaris tak ada kampus yang serius menangani permasalahan ini, termasuk kampus-kampus besar macam Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Belum ada aturan konkret yang mengatur sanksi kepada pelaku dan parahnya kampus-kampus juga buta cara menangani korban.

Menurut Widowati Tyas Utami dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY, sebagai bagian dari sivitas akademika, mahasiswa merupakan populasi paling rentan dari pelbagai bentuk eksploitasi struktural di kampus.

Pemerintah memiliki undang-undang perlindungan anak yang terbatas untuk “seseorang yang belum berusia 18 tahun” dan undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bagi pasangan suami-istri heteroseksual. Namun, tidak ada peraturan yang melindungi mahasiswa—rata-rata berusia 19-27 tahun—dari kekerasan fisik maupun psikologis di kampus.

Itu sebabnya penting menyediakan ruang bagi para mahasiswa dan sivitas akademika untuk mendiskusikan problema tersebut.

Belum Jadi Fokus Guru dan Sekolah
Betapapun begitu, redaksi Tirto tak menampik kasus pelecehan seksual yang masuk dalam ranah kekerasan seksual tak cuma di kampus, melainkan juga di sekolah. Dari riset media, setidaknya ada 12 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terekam sepanjang 2018. Ia tersebar di pelbagai tempat: Rokan Hulu (Riau), Jombang (Jawa Timur), Surabaya, Banjar (perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah), Subang (Jawa Barat), Semarang, Cilacap (Jawa Tengah), Mandailing Natal (Sumatera Utara), Cikarang, Depok, dan Bogor.

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat setidaknya ada 59 kasus anak sebagai korban kekerasan seksual (pemerkosaan, pencabulan, sodomi/pedofilia, dan sebagainya) yang diterima berdasarkan rekaman terakhir mereka, yang dirangkum per Januari hingga Mei 2018.

Angkanya bisa lebih mengejutkan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2017, kasus yang diadukan mencapai 188. Sepanjang 2011 hingga 2018, jumlah kasus terbanyak terjadi pada 2014, yang pengaduannya mencapai 656 kasus.

Dan, jumlah kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak yang diadukan sangat mungkin melebihi jumlah korban sesungguhnya.

Kasus teranyar dari Depok, misalnya. Seorang guru Bahasa Inggris di SD Negeri 10 Tugu mengaku telah mencabuli 13 siswa sepanjang 2015 hingga 2018. Kasus ini terkuak ketika salah satu orangtua berani melaporkan pelecehan yang dialami anaknya ke kantor polisi.

“Enggak semua korban mau melaporkan,” kata Jasra Putra, komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak. “Bisa jadi karena anaknya tidak melaporkan pada orangtua, atau orangtuanya takut malu.”

Itu sebabnya, pemerintah menyediakan lebih banyak perkakas regulasi melindungi hak anak. Dibandingkan mahasiswa yang memang dianggap sudah berada di umur yang memiliki konsen, menurut Jasra, regulasi untuk melindungi anak dari kejahatan seksual memang lebih banyak dan lengkap. Ia mencontohkan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015.

“Di sana detail dijelaskan pencegahan agar tindakan kekerasan tidak terjadi, bagaimana menanggulanginya, sanksi, dan bagaimana kewajiban satuan pendidikan, misalnya dinas (pendidikan), sekolah, guru, dan kepala sekolah menangani kasus ini,” jelas Jasra.

Dalam Permendikbud itu, yang di maksud tindak kekerasan adalah perilaku yang dilakukan secara fisik, psikis, seksual, dalam jaringan (daring) atau melalui buku ajar yang mencerminkan tindakan agresif dan penyerangan di lingkungan satuan pendidikan. Tindakan ini mengakibatkan ketakutan, trauma, kerusakan barang, luka/cedera, cacat, dan atau kematian.

Salah satu poin kewajiban satuan pendidikan bahkan harus segera melaporkan tindak kekerasan yang dialami anak kepada orangtua dan atau wali. Sekolah diwajibkan membentuk tim pencegahan tindak kekerasan, termasuk “mencari tahu informasi awal apabila telah ada dugaan atau gejala akan terjadi tindak kekerasan”.

Namun, dari temuan KPAI, tak jarang sekolah yang menutup-nutupi kasus-kasus kekerasan. “Sering terjadi sekolah melindungi dan melokasi kasus-kasus seperti ini,” ungkap Jasra.

Mengapa?

“Kebanyakan karena ingin melindungi nama sekolahnya. Takut dapat citra buruk. Mind set-nya masih berpikir untuk menyelesaikan kekeluargaan, dan bahkan ada yang melindungi pelaku karena teman,” jawab Jasra. “Ini bisa jadi preseden buruk dunia pendidikan.”

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di SDN 10 Tugu, Depok. Jasra berkata kasus ini terkuak karena orangtua geram pada sekolah karena guru yang menjadi pelaku masih mengajar, sebelum kasus ini sampai ke polisi. “(Kekerasan seksual) ini jelas kasus pidana. Anak dititipkan ke sekolah oleh orangtua karena ada kepercayaan di sana. Ini malah jadi bikin khawatir,” katanya.

Melawan kekerasan seksual di sekolah memang masih minim jadi fokus sekolah-sekolah. Menurut Jasra, kebanyakan guru masih lebih peduli pada masalah kesejahteraan profesi dan kompetensi ketimbang isu perlindungan murid dari tindak kekerasan, terutama kekerasan seksual.

Saat Jumat ketiga Oktober kemarin Jasra bertandang ke Solo, ia berhadapan dengan 40 guru terpilih yang dianggap punya visi maju terhadap dunia pendidikan. Namun, dalam Workshop Perlindungan Guru yang diadakan Direktorat Dikdas Kemendikbud, Jasra masih melihat kekerasan seksual belum jadi fokus utama para guru.

Padahal Permen PPPA Nomor 8 Tahun 2014 telah mengamanatkan agar sekolah membangun sistem berbasis hak anak melalui program Sekolah Ramah Anak. Namun, “dari sekitar 250 ribuan sekolah di Indonesia, baru 10 ribu yang mendeklarasikan diri dan akan menjalankan,” kata Jasra. Permen ini salah satu atribut regulasi yang berupaya melindungi anak dari kasus-kasus kekerasan, termasuk pelecehan seksual.

Sayangnya, program Sekolah Ramah Anak, pada praktiknya, belum pula dilaksanakan dengan baik. SDN 10 Tugu Depok adalah buktinya: berpredikat sekolah ramah anak tapi memelihara guru cabul.

Menurut Jasra, memang perlu ada sosialisasi lebih besar dan bergaung tentang kampanye anti-kekerasan pada anak. Sehingga para guru dan sekolah lebih benar-benar teredukasi atas perkara ini, dan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman buat anak-anak di sekolah.

“Kebanyakan guru bahkan enggak paham apa isi UU Perlindungan Anak,” kata Jasra. “Guru termasuk orang terdekat anak, sehingga jika terbukti menjadi pelaku, maka hukumannya ditambah lebih berat 1/3 dari vonis."

Sumber : tirto.id 

FAKTA TANGAN BOLONG dan Serangga TERNYATA.....


Sebuah foto tangan bolong-bolong menjijikkan banyak beredar di grup chatting belakangan ini. Lubang itu mirip sarang lebah. Dalam foto disebutkan, lubang itu terjadi karena luka gigitan seekor serangga. Disebutkan, kejadian itu banyak di Thailand dan Myanmar.
”Perhatian untuk seluruh anggota, infokan ke semua keluarga dan kerabat, bila melihat serangga seperti dalam foto, jangan sekali-kali menyetuhnya,” bunyi pesan berantai tersebut. Menurut si pengirim pesan, orang yang menyentuh serangga itu akan mengalami kesakitan yang luar biasa. Juga, belum ditemukan obat atau penawarnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prof M. Subuh langsung menampik kebenaran foto itu. ”Itu hoax,” tegasnya.

Menurut dia, gigitan serangga bersifat alergen yang menimbulkan efek gatal. Tubuh secara alami dapat melakukan kompensasi berupa refleks menggaruk atau mengeluarkan antihistamin (antigatal). Dengan begitu, gigitan serangga tidak langsung mengakibatkan luka seperti yang ada dalam berita yang beredar. Apalagi dengan hanya menyentuh. ”Sampai saat ini belum ditemukan serangga dan luka seperti itu,” ujarnya.

Pernyataan Prof Subuh juga dikuatkan penjelasan ahli taksonomi serangga Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Purnama Hidayat MSc. Dia menjelaskan, serangga dalam foto itu masuk keluarga Belostomatidae. ”Serangga itu memang ada dan bisa menggigit, tapi tidak berbahaya,” tegasnya.

Hidayat menyebut serangga dalam foto itu berjenis kelamin jantan. Itu terlihat dari punggungnya yang membawa telur betina. ”Serangga jantan jenis ini lebih lincah sehingga bisa lebih melindungi telur dari serangan predator,” tutur dia. Serangga jenis itu banyak di Indonesia. Biasanya hidup di air dan memakan hewan kecil-kecil.

Pesan hoax seperti itu tidak hanya menyebar di Indonesia. Jawa Pos menemukan pesan serupa dalam bahasa Inggris yang tersebar ke beberapa negara. Bedanya, dalam pesan itu disebutkan, tangan berlubang karena serangga yang banyak ditemukan di India. Bukan Thailand dan Myanmar seperti dalam pesan berantai yang berbahasa Indonesia.

Dari penelusuran koran ini, ternyata foto lubang di tangan itu merupakan rekayasa make-up dengan teknik molding. Tutorial untuk membuat efek tangan berlubang itu banyak bertebaran di internet. Termasuk videonya di YouTube. Seorang make-up artist asal Belanda yang bernama Cynthia Koning bahkan menjual tutorial untuk menciptakan efek tangan menjijikkan tersebut. Dia membanderol USD 4,95 di marketplace khusus kerajinan tangan, Etsy.com.

Ternyata, Cynthia membuat tangan menjijikkan itu dari bahan yang biasa kita makan bersama sepotong roti, selai kacang. Dia mengaku butuh waktu dua jam untuk membuat efek tangan berlubang tersebut. Karya Cynthia itulah yang kemudian banyak disalahgunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Disebarkan dan dibumbui kalimat untuk menakut-nakuti orang.

Pembuat informasi hoax itu rupanya menyasar orang-orang yang menderita trypophobia. Yakni ketakutan ketika melihat objek bolong-bolong. Misalnya sarang lebah, biji bunga teratai, hingga sekadar lubang spons. Trypophobia berasal dari bahasa Yunani. Yakni trypa yang berarti lubang dan phobos yang berarti rasa takut.

Orang-orang yang mengalami fobia seperti itu biasanya akan merasa mual, gatal dengan sendirinya, dan merinding akut. ”Aduh, merinding disko aku lihatnya. Geli…” balas seorang perempuan yang menerima pesan itu di sebuah grup WhatsApp.

Fakta

Telapak tangan dengan lubang-lubang seperti sarang lebah dalam foto itu bukan disebabkan gigitan serangga. Tapi hasil rekayasa make-up dengan teknik molding. Tidak ada serangga yang bisa menyebabkan luka seperti itu.

Sumber : jawapos.com

PELAJAR SMA Kelas 2 Ini, Cabuli Kakak Kelasnya di Sela-Sela Ekskul. Gara-gara Video...


Pelajar kelas II SMA di Sampang, Madura berinisial AA ditangkap polisi karena mencabuli kakak kelasnya.

Rabu (7/11/2018), pelaku ditangkap usai dilaporkan oleh orangtua korban ke polisi.

Berdasarkan laporkan, AA telah mencabuli kakak kelasnya, yang juga merupakan pacarnya, sebanyak empat kali.

Pelaku kerap merayu, memaksa, bahkan mengancam dan memukul korban jika menolak.

Pelaku juga pernah mencabuli korban di sela-sela kegiatan ekstrakurikuler sore hari.

Perbuatan itu akhirnya diketahui oleh orangtua korban, yang kemudian melapor ke polisi.

Kasubag Humas Polres Sampang Iptu Eko Puji Waluyo mengatakan, laporan tersebut ditemukan Polres Sampang pada Oktober 2018 lalu.

Korban pun telah dimintai keterangan dan divisum.

Sementara itu, pelaku, yang sempat kabur, telah ditangkap di rumah kerabatnya di kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya.

"Tersangka sudah kami tangkap kemarin dan sekarang dalam pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya, dikutip dari Surya.co.id.

Pelaku pun mengakui perbuatannya dan mengatakan nekat mencabuli korban karena pengaruh video porno yang ditontonnya.

Polisi juga menyita ponsel milik pelaku, yang ternyata dari situ ditemukan banyak video porno.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

Peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya di Palembang.

Seorang pelajar berinisial Y diduga telah menjadi korban pemerkosaan oleh JR (14), yang tak lain merupakan temannya.

Pihak keluarga Y pun melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang, Kamis (21/6/2018).

Diberitakan Sriwijaya Post, BS, pihak keluarga korban, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (10/6/2018) di sebuah rumah kosong di Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Menurut penuturan BS, Y tak sadarkan diri usai diberi minuman oleh pelaku.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul "Kerap Cabuli Kakak Kelas Saat Ekskul di Sekolah, Pelajar SMA di Sampang Diringkus di Surabaya".

Video Mesum Karaoke Viral di Whatsapp, Polisi Turun Tangan


MADIUN - Aparat penyidik Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota menyelidiki kasus penyebaran video mesum di sebuah tempat karaoke yang viral di grup-grup WhatsApp.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro yang dikonfirmasi, Selasa (23/10/2018) membenarkan polisi sementara menyelidiki kasus penyebaran video mesum.

"Kami sementara masih menyelidikinya," kata Logos.

Untuk menyelidiki kasus itu, kata Logos, polisi telah memeriksa pemilik tempat karaoke dan wanita yang menjadi obyek mesum di ruangan karaoke. Sedangkan orang yang merekam video masih dalam pencarian.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Madiun, KH Dr Muhammad Sutoyo, meminta Polres Madiun Kota mengusut kasus penyebaran video tindak asusila yang dilakukan di tempat karoke di Kota Madiun. Ia juga meminta Pemerintah Kota Madiun berani menindak tegas tempat hiburan yang melanggar aturan.

"Madiun nggak pernah sepi dari perbuatan itu. Ini dikarenakan kurang tegasnya pihak keamanan. Pelanggaran seperti itu tidak pernah ditindak sehingga akan berulang lagi," kata Sutoyo.

Dia meminta, apabila ditemukan pelanggaran Undang-undang IT, dan juga pornografi, pelaku hendaknya segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan undang-undang.

"Ini sama saja penghinaan terhadap walikota dan DPRD," katanya.

Dia mengatakan, saat ini kondisi masyarakat di Kota Madiun sedang kondusif, khususnya umat Islam. Dia tidak ingin, masalah ini memicu kemarahan masyarakat Kota Madiun, khsusunya umat Islam.

"Ingat, umat Islam di Madiun sekarang sedang mesra-mesranya umat. Kalau ini tetap dibiarkan, jangan salahkan kalau nanti akan berhadapan dengan Islam. Kalau ada backing segera pergi," katanya.

Sutoyo mengatakan, ia tidak ingin musibah bencana yang terjadi di beberapa daerah, terjadi di Kota Madiun. Dia menuturkan, jangan sampai akibat perbuatan maksiat yang dilakukan satu atau dua orang, menyengsarakan banyak orang.

"Jangan sampai di Kota Madiun terjadi musibah seperti di Palu. Yang berbuat maksiat satu atau dua orang, yang kena musibah semuanya," katanya.

Ia menambahkan, perbuatan asusila yang diduga dilakukan sejumlah orang di tempat karaoke di Kota Madiun itu sama sekali tidak menghargai toleransi.
Oleh sebab itu, ia meminta kepolisian dan juga dinas terkait untuk melakukan tindakan tegas.

"Saya mohon, penegak hukum segera tangkap. Kan masih banyak karaoke yang benar. Hati-hati jangan menyinggung umat Islam. Mohon pihak walikota segera bertindak, jangan sampai Kota Madiun ini kena musibah. Seandainya ada backing silahkan minggir, silahkan ditangkap pelakunya. Bila ada regulasi yang menyatakan tempat itu melanggar segera ditutup,"imbuhnya.

Untuk diketahui, beberapa bulan terakhir telah beredar sebuh rekaman video mesum berdurasi 1 menit 52 detik. Video mesum yang diduga dilakukan di tempat karaoke di Kota Madiun itu direkam menggunakan ponsel.

Video mesum ini beredar di WhatsApp grup di masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya , sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, awalnya video mesum ini sempat diduga dilakukan di tempat karaoke di Ponorogo.

Sejumlah anggota ormas di Ponorogo bahkan sempat mendatangi Kantor Satpol-PP Ponorogo. Mereka meminta petugas menindak tempat karoke yang diduga digunakan untuk berbuat mesum.

Sumber : SURYA.co.id

WASPADA PENYEBAR HOAK, POLISI Ancam Hukuman Penjuara 6 Tahun


Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia bereaksi terhadap maraknya penyebaran isu atau berita bohong melalui media sosial. Berita hoax itu dinilai sering meresahkan masyarakat, tapi banyak yang menyebarluaskannya.
Kabar hoax yang belakangan meluas di Facebook itu contohnya rush money. Dalam berita itu, ada ajakan kepada umat Islam untuk menarik uang mereka di bank, jika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak jadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
"Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward), harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Besar Rikwanto melalui pesan pendek kepada wartawan, Minggu, 20 November 2016.
Dia menjelaskan, pelaku penyebar hoaxbisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, "Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar."
Menurut Rikwanto, mulai sekarang setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan
berantai lewat perangkat elektronik. Sekarang banyak pesan pendek (SMS), maupun e-mail hoax yang berseliweran. "Yang mem-forward, disadari atau tidak, juga bisa kena karena dianggap turut mendistribusikan kabar bohong."
Dia meminta masyarakat jika mendapat pesan berantai yang hoax, agar tak sembarang menyebarkannya. "Laporkan saja kepada polisi," ujarnya. Pesan hoax, kata Rikwanto, harus dilaporkan ke pihak berwajib karena sudah masuk delik hukum.
"Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan segenap operator telekomunikasi," kata Rikwanto.

Sumber : TEMPO.CO

HEBOH !! Di Banjarsari Ciamis, Pelaku Kejahatan Nyebur ke Sungai saat Dikejar Polisi


Berita Ciamis,  Warga Dusun Pasiripis digegerkan dengan adanya informasi orang nyebur ke Sungai Ciputrahaji di Cikohkol, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu pagi (07/11/2018).
Warga yang penasaran pun langsung berdatangan ke Jembatan Cikohkol atau yang sering disebut Jembatan Kaliayu, untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun HR Online di lapangan, orang yang nekad nyebur ke sungai itu tak lain adalah seorang penjahat yang tengah dalam pengejaran pihak kepolisian. Karena takut tertangkap, orang tersebut nekad lari dan loncat ke Sungai Ciputrahaji yang volume airnya sedang tinggi.
Ari, salah seorang warga setempat, menuturkan, sebelum kejadian, dua orang tak dikenal berhenti dan mampir ke warung kopi yang lokasinya dekat jembatan. Namun, tiba-tiba disusul polisi dan kedua orang itu pun lari. Satu orang nekad menceburkan diri ke sungai.
“Tadi itu ada dua orang yang mampir ke warung kopi, mereka menggunakan sepeda motor yang di parkir di pinggit jalan. Saya kira dia mampir lantaran kejebak hujan seperti saya. Namun, disaat dia sedang duduk, tiba-tiba datang polisi dan mereka pun berhamburan melarikan diri,” terangnya.
Saat itu Ari pun kaget dengan sikap kedua oran tersebut yang langsung berlarian. Ari mengaku dirinya baru tahu ketika ada polisi yang mengejarnya, satu orang diantaranya berhasil dilumpuhkan (ditembak) polisi.
“Nah, kalau yang satu lagi menceburkan diri ke sungai. Untuk yang ditembak, tadi juga sudah dibawa oleh polisi, sepertinya polisi itu tim Buser,” ujar Ari.
Pantauan HR di Jembatan Cikohkol, meski kondisi hujan, namun warga yang penasaran terus berdatangan ingin melihat langsung kondisi di lokasi kejadian. 

Sumber : (harapanrakyat.com)

Jokowi Sindir Soal Pemimpin Tegas tapi Suka Marah-marah


Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menyisipkan sindiran ketika memuji Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO dalam acara pembekalan calon legislatif Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018.
Jokowi memuji sosok OSO yang tegas, tapi tidak suka marah-marah. "Karena ada yang bilangnya tegas, tapi suka marah-marah," ujar Jokowi disambut gelak tawa dan tepuk seluruh tamu undangan dan kader Hanura di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018.
Menurut Jokowi, negara Indonesia butuh pemimpin yang mau mendengar rakyat sekaligus tegas. "Tapi tegas itu tidak sama dengan otoriter, jadi tolong dibedakan," ujar Jokowi.
Memasuki dua bulan masa kampanye, dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019, mulai memanas, saling sindir antar kedua kubu pun tak urung terjadi.
Berbagai lembaga survei menunjukkan, karakter tegas lebih melekat kepada calon presiden nomor urut 02 yang berlatar belakang militer, Prabowo Subianto. Sementara Jokowi yang memiliki latar belakang masyarakat sipil lebih lekat dengan karakter merakyat.

Sumber : TEMPO.CO

Bikin Geram ! Bujang Lapuk Takut Nikah, tapi Cabuli......


Sidoarjo - Perbuatan M. Sholeh, bujang lapuk asal RT 28 RW 05 Desa Sambibulu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo ini keterlaluan. Dia tega melakukan perbuatan cabul ke Mawar (bukan nama sebenarnya) hampir lima kali.





Perbuatan cabul itu kali pertama dilakukan oleh pria berusia 55 tahun itu, saat korban dipanggil dan diajak ke toilet yang tidak terpakai di daerah Waru atau sekolah korban menimbah ilmu.





Di bangunan bekas toilet itu, payudara siswi SD usia 10 tahun itu dipegang-pegang lalu celananya dipelorot hingga terlihat bugil. Di situ pelaku menggesek-gesekkan alat vitalnya ke vagina korban dalam posisi berdiri berhadapan.



"Aksi bejat itu pertama kali dilakukan pelaku saat Agustus 2018 lalu di toilet tidak terpakai di dekat sekolah korban," kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M Harris, Senin (5/11/2018).



Harris menambahkan, aksi bejat pelaku tak hanya sekali itu. Merasa ketagihan, pelaku kemudian mengulangi perbuatannya. Modusnya korban diiming-imingi dengan mainan handphone.



Setelah itu, pelaku yang belum menikah itu kembali melakukan perbuatan cabul dengan menggerayangi dan memegangi payudara dan alat vital korban. Korban juga juga selalu menolak saat pelaku memasukkan tangannya ke rok korban dan lari menghindar. "Pelaku juga bilang ke korban agar perbuatannya tidak diberitahukan ke orang lain," terang dia.



Aksi kurang ajar tukang pengantar galon air mineral itu terbongkar setelah orang tua korban mengetahui. Hampir kelima kali, tapi yang kelima ketahuan dan dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo.



"Kini tersangka kami lakukan penahanan dan akan menjerat korban dengan Pasal 82 UURI no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tegas Harris.



Sholeh mengakui perbuatan yang dilakukannya. Kenapa itu dilakukan? Karena pelaku tertarik dengan korban yang diakuinya cantik. Pelaku sering melihat saat mengantar galon air ke rumah korban.



Pelaku juga pernah berkirim surat kepada korban soal. Ditanya kenapa usia sudah berkepala lima belum juga menikah? Pelaku mengaku takut tidak bisa memberi nafkah wanita yang dinikahinya.



"Pelaku tak berani nikah takut tidak dapat menafkahi. Tapi perbuatannya malah ngawur dan melawan hukum," kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo AKP Laila Rochmawati.

Sumber : (beritajatim.com)
loading...