
MANGUPURA -Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ-504 nomor registasi PK-AZA rute Denpasar ke Singapura hari ini terpaksa kembali ke Bandara asal yakni Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setelah mengudara kurang lebih 30 menit.
Hal tersebut sebelumnya terlihat dari track record penerbangan pada flightradar24.
Pesawat tersebut memutar kembali ke Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Benar bahwa pesawat AirAsia QZ 504 harus Return To Base atau RTB dengan membawa 126 orang penumpang. boarding pukul 08.30 WITA di gate 6B. Pada Pukul 09.31 Wita tepatnya 30 menit setelah pesawat take off pesawat minta RTB Karena Alasan Teknikal Problem,” jelas Communication and Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Minggu (4/11/2018).
Arie menambahkan lalu dilakukan persiapan pesawat landing dari pihak AMC, Fire Fighting dan Avsec Patroli Airside di area Apron.
Dan pada pukul 09.51 Wita pesawat landed dengan normal dan terparkir di Bravo 63.
“Pada pukul 10.00 Wita seluruh penumpang di turunkan dari pesawat langsung menuju bus yang di siapkan oleh pihak AirAsia.
Penumpang selanjutnya di bawa ke area terminal kedatangan Internasional dilakukan pemeriksaan di area SCP transit terminal kedatangan internasional dan selanjutnya menuju boarding Gate 2 terminal keberangkatan Internasional untuk melakukan proses Boarding.
Sekira pukul 10.30 Wita penumpang boarding di gate 2 terminal keberangkatan Internasional.
Lalu pukul 11.12 Wita pesawat push back dan take off meninggalkan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju Singapura.
Sementara itu, peristiwa penerbangan yang menjadi sorotan juga terjadi pada Singapura Airlines.
Singapura Airline (SIA) Airbus A350-900ULR terpaksa kembali ke Bandara Los Angeles setelah mengudara selama 1,5 jam.
Pesawat Singapura Airlines SQ37 tersebut diketahui berangkat dari Bandara Los Angeles menuju Bandara Changi Singapura, Sabtu (3/11/2018).
Pesawat Singapura Airlines SQ37 membawa 141 penumpang.
Pempinan redaksi Grid Oto, Billy Riestianto, salah satu penumpang pesawat Singapura Airlines SQ37 itu.
Ia mengatakan pesawat Singapura Airlines SQ37 harus kembali ke bandara karena mengalami kerusakan mesin.
"Sudah terbang 1.5 jam di atas laut dan terjadi engine malfunction/kerusakan mesin sehingga harus return to base ke bandara los angeles(LAX)," ucap Billy Riestianto kepada TribunJakarta.com, pada Minggu (4/11/2018).
Penelusuran TribunJakarta.com pesawat Singapura Airlines SQ37 yang terbilang masih sangat baru itu mengalami kerusakan dibagian meteran bahan bakar.
Pesawat Singapura Airlines SQ37 diketahui kini sudah mendarat dibandara Los Angeles.
Namun 1,5 jam mengudara dengan keadaan mesin rusak, Billy Riestianto mengaku hatinya tak menentu.
"Alhamdulilah sudah mendarat di LAX walaupun 1.5 jam balik ke Los Angeles hati kami sangat enggak menentu di udara," jelas Billy Riestianto.
Billy Riestianto menjelaskan itu adalah penerbangan pertama bagi Singapura Airlines dari Los Angeles ke Singapura setelah 14 tahun vakum.
"Kami di penerbangan pertama Singapore Airline A350 dari LAX ke Changi. Setelah vakum dari 2004. Lihat FB saya billysudiro," terang Billy Riestianto.
Dilansir TribunJakarta.com dari laman Facebook Billy Riestianto, Pimred Grid Oto itu baru saja menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Singapura Airlines di Los Angeles.
"First to fly A350 ULR Singapore Airlines dari LAX ke Changi. Rute yang sejak 2004 dihentikan malam ini dibuka lagi. Salah satunya karena Airbus memenuhi orderan SQ terhadap pesawat yang bisa terbang jauh dan irit," tulis Billy Riestianto.
Singapore Airlines (SIA) diketahui menerima pengiriman pesawat Airbus A350-900ULR (ultra-long-range) pertama di dunia dari Airbus, Senin (24/9/2018).
Ini merupakan armada pertama dari tujuh pesanan pesawat Airbus A350-900ULR oleh Singapore Airlines.
Pesawat ini mulai beroperasi 11 Oktober 2018 dengan penerbangan komersial terpanjang dari Singapura ke Bandara Internasional Liberty Newark.
“Hal ini merupakan kebanggaan bagi Singapore Airlines dan Airbus, menghadirkan pesawat yang sangat canggih untuk meningkatkan penerbangan jarak jauh menuju jarak yang lebih jauh lagi,” kata CEO Singapore Airlines, Mr Goh Choon Phong dalam keterangan tertulis.
Sementara CEO Airbus, Tom Ender menambahkan bahwa pesawat A350 diperkenalkan untuk memenuhi permintaan terhadap layanan jarak jauh yang baru.
“Kombinasi dari suasana kabin A350 yang tenang dan luas, serta produk dalam pesawat SIA yang telah diakui di dunia akan menjamin kenyamanan para pelanggan pada tingkat yang tertinggi, dalam rute terpanjang di dunia,” kata Tom.
Singapore Airlines merupakan pembeli pertama pesawat A350-900ULR.
Pesawat ini mampu untuk terbang hingga 9.700 mil laut (nm) atau lebih dari 20 jam nonstop.
Sementara itu, penerbangan menuju New York akan menempuh jarak kurang lebih sejauh 9.000 nm (16.700km), dengan waktu tempuh perjalanan hingga 18 jam 45 menit.
Pesawat ini dikonfigurasikan ke dalam dua kelas, yaitu 67 kursi Business Class dan 94 kursi Premium Economy Class.
Singapore Airlines, pertama kalinya akan menggunakan pesawat A350-900ULR untuk layanan rute Singapura-Newark.
Kemudian armada pesawat A350-900ULR lainnya untuk layanan Singapura-Los Angeles yang akan dimulai pada 2 November 2018.
Diakhir tahun 2018, Singapore Airlines akan menghubungkan Singapura dengan AS melalui 27 penerbangan mingguan nonstop.
Sumber : TRIBUN BALI.COM







0 komentar:
Post a Comment